Tittle :
Monster Dalam Mimpiku
Rating : General
Author : (saya sendiri)
.
.
~~
Malam ini aku bermimpi buruk, bermimpi tentang makluk
menyeramkan yang tiba-tiba datang dari bawah tempat tidurku. Ibuku pernah
bilang padaku saat kecil dulu, jika aku tidak mencuci kaki dan wajahku sebelum
tidur, maka akan ada monster yang keluar dari kolong tempat tidurku untuk
menangkapku. Semalam aku memang lupa mencuci kakiku, itu karena aku lelah
setelah pulang kuliah. Akhir-akhir ini selalu ada tugas yang membuatku harus
tetap berada di kampus sampai larut malam dan pergi pagi-pagi sekali, dan itu
membuatku melupakan kebiasaanku mencuci kaki dan wajah sebelum tidur saat
hariku usai.
Pagi ini, aku melakukan aktivitasku seperti biasa. Berangkat
saat matahari belum sepenuhnya terbit, kelasku sebenarnya dimulai saat siang
hari, tapi ada sesuatu yang masih harus kukerjakan.
“Hey!”
Seseorang menepuk bahuku, aku menolehkan kepalaku. Kutatap
orang tersebut dari atas kebawah, kemudian keatas kembali. Orang itu menatap
wajahku dengan wajah yang… aneh.
“Ada apa? Kau terlihat lesu.”
Aku menghela nafas dalam, memijat tengkukku yang
terasa pegal. “Aku tidak bisa tidur semalam.” Ucapku sambil merenggangkan
leher. “Aku bermimpi buruk.” Lanjutku.
“Hah? Apa kau habis menonton film horror?”
“Tidak, tapi aku lupa mencuci kaki dan wajahku.”
Sebuah mobil angkutan umum berhenti di depanku dan temanku
( sebut saja begitu ), kamipun menaiki kendaraan tersebut dan duduk di kursi
paling belakang.
“Aku pernah dengar itu, soal monster di bawah tempat
tidur.” Temanku menggangguk.
Aku menghela nafasku, menatap keluar jendela untuk
menghilangkan rasa penatku. “Itu hanya cerita untuk anak kecil.” Ucapku.
“Yah, benar.”
Aku terus menatap keluar jendela, sedangkan temanku
terus bersenandung kecil di sebelahku, seperti biasa. Lagi-lagi aku menghela
nafasku, rasa penatku tidak menghilang sedikitpun. Sesekali aku memejamkan
mataku, membuat kepalaku terantuk-antuk ke segala arah. Aku ingin bolos hari
ini, tapi sebentar lagi ada ujian semester.
“Ah iya, soal tugas kemarin. Apa kau sudah mengerti?” Tanya
temanku secara tiba-tiba.
“Aku sama sekali belum mengerjakan.” Jawabku masih berusaha
membenarkan posisi kepalaku.
Temanku kembali bersenandung kecil, tidak ada
pertanyaan yang terlontar lagi hingga kami sampai ke kampus. Aku dan temanku
menuruni angkutan umum tersebut, menatap sekelilingku. Masih pagi, tapi sudah
seramai ini. Ah, sebenarnya itu biasa karena sekarang kami sedang mendekati
akhir semester.
“Hoam.. dimana dia?” tanyaku sambil mengusap mataku.
“Tidak tahu, coba hubungi.”
Aku mengambil ponselku dan segera menghubungi orang
terakhir dari kelompokku tersebut, terdengar suara dengungan tanda telepon tersambung,
dan tak berapa lama terdengar suara.
‘Halo?’
ucap seseorang di sebrang telepon.
“Halo, sudah ada dimana?” tanyaku.
‘Ah.. maaf,
aku tidak hadir hari ini. Nenekku sakit, jadi aku harus menjenguknya.’
“Lalu bagaimana dengan tugas kita?” aku sedikit
terkejut.
‘Maaf, aku
tidak bisa datang. Ah, tolong cantumkan namaku juga ya.’
“Baiklah, baiklah.” Aku menghela nafasku.
‘Terima
kasih, tut…’
Sambungan telepon terputus, aku memberi tahu teman
yang ada di sebelahku mengenai apa yang aku dengar dan dia menyetujuinya. Akhirnya
kami mengerjakan tugas tersebut tanpa temanku yang katanya sedang menjenguk
neneknya.
Beberapa lama, tugas yang harusnya di kerjakan
berkelompok selesai. Aku mengumpulkan tugasku kepada pengurus pembantu dosen
mata kuliahku, tak lupa mencantumkan nama temanku yang tidak hadir tersebut.
Hari berlalu, matahari mulai terbenam dan malam
semakin larut. Lagi-lagi aku pulang larut malam, aku ingin pulang dengan cepat
dan langsung tidur. Tubuhku suda berada di ambang batas, aku harap bisa tidur
nyenyak malam ini.
“Hey, mau pulang bersama?” Tanya temanku yang sejak
pagi bersamaku.
“Ya, tentu.”
Aku berjalan di dalam gelap, melewati lorong kampus
yang sampai saat ini masih terdapat beberapa orang lalu lalang. Aku berjalan
keluar gerbang kampus dan menunggu mobil angkutan umum, temanku juga melakukan
hal yang sama. Sekitar tiga puluh menit atau lebih kami menunggu, akhirnya
sebuah mobil angkutan berhenti di depan kami. Kami memasuki mobil tersebut,
mobil itu sepi penumpang, hanya beberapa mahasiswa kampus saja yang naik.
“Hm.. soal pengurus tadi-”
“Tidak perlu dipikirkan.” Ucap temanku memotong
kalimatku.
Aku mengangguk, dan manghadap keluar jendela. Aku menopang
kepalaku yang berat dengan tangan kananku. Sepertinya tidak ada yang melihatku
terantuk-antuk, karena kami lagi-lagi duduk di kursi belakang. Mataku sudah
semakin berat untuk di buka, aku memejamkan mataku perlahan.
Tiba-tiba seseorang menepuk bahuku, dia temanku yang
sejak tadi bersamaku. Katanya kami sudah sampai, aku menatap keluar jendela dan
ternyata kami memang sudah sampai. Aku dan temanku menuruni angkutan tersebut,
kami berpisah saat sampai di depan gerbang rumahku. Aku berjalan memasuki
rumahku, membuka pintu kamarku dan merebahkan tubuhku di atas kasur.
Kring.. Kriing..
Suara dering ponselku menggema di dalam kamarku, aku
mendekatkan ponselku ke telinga dan terdengar suara.
‘Halo?’
“Ah, itu kau? Bagaimana kondisi nenekmu?” tanyaku.
‘Sudah mulai
membaik, mungkin besok aku akan hadir di kelas.’
“Bagus jika begitu.”
‘Maaf sudah
merepotkanmu, aku sudah dengar dari pengurus mata kuliah.’
“Tak masalah, lagi pula kau sedang kesulitan.”
‘Yah.. besok
kita akan kerjakan tugas berdua, jadi kau tak perlu kerjakan sendiri lagi.’
“Apa? Kita bertiga.” Aku membulatkan mataku. “Sial aku
lupa.”
‘Kau
tertidur? Sejak awal kelompok kita hanya dua orang, bagaimana bisa jadi tiga.’
Aku mematikan ponselku, menutup telingaku dan tidak
mau mendengar apapun. Tidak bisa, suara itu semakin dekat, semakin dekat, lebih
dekat, sangat dekat. Aku memejamkan mataku, sebuah tangan menepuk bahuku. Bulu kudukku
sontak berdiri, aku tidak mau dengar, suara senandung itu. Tidak..
-Nanana… nanana…
-Tidur lah, tidur.. oh anakku sayang..
-Kalau tidak tidur… ku bawa pergi…
Makhluk itu mendekat kan sesuatu benda yang berbulu ke
sebelah kiri kepalaku. “Ayo kita kerjakan tugas bersama lagi.” Bisiknya.
-END-
Sekian, saya buat cerita horror ini.. semoga menghibur ya.. jangan lupa tinggalkan jejak
terima kasih...
untuk anime lover dan kawan-kawan lainnya, baca juga:
sampai jumpa di pertemuan selanjutnya... ^_^)/
